Persyaratan: Para calon penerima beasiswa "ITB Untuk Semua" harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
2. Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
3. Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
4. Aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
5. Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
6. Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB
kalo saya lihat jawal test-nya sudah lewat; tapi krn ada publikasi yg menyatakan bahwa siswa yg memenuhi syarat kurang
(dari kuota 600 org); jadi info mengenai beasiswa ini saya fwd.
Coba email langsung mengenai hal ini ke: kontak@itbuntuksemu a.com;
Smoga berhasil.
Bisa dilihat syarat2nya klik situs ini
Indonesia ini memang anomali. Ternyata sulit mencari anak cerdas miskin. Dari kewajiban ITB sebagai PTN BHP untuk menyediakan 20% untuk calon mahasiswa cerdas miskin dari total 3.000 calon mahasiswa baru, hanya 51 orang saja baru berhasil dijaring ITB. Perlu kampanye kreatif dan agresif jemput bola sampai ke gang-gang becek dan ke seluruh pelosok Indonesia .
Baru saja saya ditilpun Rektor ITB, Prof. Djoko Santoso. Ia ingin meluruskan tentang tulisan saya yang dikutip ratusan blog dan mailist yang pertama kali dimuat di mailist IA ITB berjudul; "Kembalikan Kursi SNMPTN 2009 kepada yang Berhak".
Menurut Prof. Djoko Santoso, ITB justru kesulitan untuk mencari 600 siswa lulusan SMU yang cerdas miskin. Angka 600 ini adalah bukti kekonsistenan ITB sebagai PTN berstatus BHP yang mensyaratkan 20% dari total penerimaan mahasiswa baru ITB yang seluruhnya 3.000, harus untuk calon mahasiswa cerdas miskin.
Jumlah mahasiswa cerdas miskin ini baru berhasil dijaring sejumlah 23 orang melalui Ujian Saringan Masuk (USM) ITB 2009. Dan 28 orang melalui seleksi "Beasiswa ITB untuk Semua" 2009. Menurut Prof. Djoko Santoso, profil mereka adalah anak-anak rakyat Indonesia cerdas tetapi orang tuanya miskin. Profil orang tua mereka adalah tukang bakso, penjual nasi pinggir jalan, pemilik kios warung kecil, pembantu rumah tangga, petani musiman, nelayan, tukang gali tanah, tukang bangunan, sopir angkot, anak calo bisnis kelas teri, pensiunan tentara dan polisi pangkat prajurit, anak Satpam, guru ngaji, pensiunan guru SD dan lain-lain.
Melihat total calon mahasiswa cerdas miskin yang berhasil dijaring ITB hanya 51 orang dari 600 orang untuk kursi yang tersedia. Maka saya sarankan agar ITB lebih agresif lagi dan lebih kreatif lagi dalam menginformasikan dan menggerakkan minat masyarakat untuk masuk ITB tanpa biaya sepeser pun selama dia kuliah di ITB dan seluruh biaya hidup ditanggung ITB sampai lulus.
Mungkin selama ini masyarakat miskin sudah takut dengar nama ITB sendiri sebelum mereka mau mendaftar. Yang mereka tahu, ITB itu yang paling mahal biaya formulir pendaftarannya yakni Rp. 850 ribu. Nah kalau ia seorang pembantu berarti dia harus menyerahkan seluruh pendapatannya dua bulan gaji untuk beli formulir seleksi masuk ITB. Belum untuk urus sana urus sini. Pokoknya berat di ongkos. Sedangkan biaya untuk hidup keluarga mana?
Pengalaman spesifik perjuangan dengan segala kendalanya dalam menyeleksi USM ITB dan "Beasiswa ITB untuk Semua" 2009, ada baiknya ditulis dan dijelaskan secara panjang lebar kepada media cetak dan elektronik lokal maupun nasional termasuk di mailist IA ITB ini. Setidaknya ini akan menggugah para alumni ITB yang jumlahnya puluhan ribu untuk memberikan saran dan idenya. Syukur-syukur mau jemput bola, siapa tahu anak pembantunya cerdas, siapa tahu anak Satpam di lingkungannya pinter; siapa tahu anak supirnya juga otaknya moncer. Syukur-syukur ia sendiri mau menyumbang.
Sebab menurut Betti Alisjahbana, yang mengkoordinasikan program "Beasiswa ITB untuk Semua" semakin banyak pendukungnya. Setelah kemarin, 23 Juli 2009, pak Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI berkenan membantu penggalangan dana melalui goresan pertama di dua lukisan seniman ITB.. Maka pada 24 Juli 2009 Betti Alisjahbana mendapat konfirmasi donasi "Beasiswa ITB untuk Semua" dari Pertamina sejumlah Rp. 1.000.000.000. Selain itu seorang alumni ITB (Haminanto Adinugraha) baru saja menyumbangkan Rp. 100.000.000 ke pundi-pundi "Beasiswa ITB untuk Semua". Dengan demikian total komitmen donasi yang sudah kami dapat adalah Rp. 4.200.000.000. Dana ini cukup untuk membiayai 42 mahasiswa sampai lulus dari ITB. Sementara hasil seleksi untuk calon mahasiswa cerdas miskin hanya 28 orang.
Mari kita cari sampai ke gang-gang becek, ke seluruh pelosok Nusantara, para anak cerdas miskin yang diprioritaskan masuk ITB gratis sampai lulus. Permintaan ITB dan para donatur hanya satu mereka yang diterima jadi mahasiswa ITB kelak diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sosial asalnya.
Blogroll
ITB Cari 600 Siswa Cerdas Miskin
Rabu, 05 Agustus 2009Diposkan oleh Jeng Kelin di 08:20 2 komentar Link ke posting ini
APEC 20th Anniversary Writing Contest
Jumat, 24 Juli 2009Dalam rangka memperingati 20 tahun berdirinya APEC, APEC menyelenggarakan perlombaan penulisan essay dengan topik What can APEC do for Business?
Kesempatan mengikuti perlombaan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa sarjana tingkat akhir dan mahasiswa pasca sarjana Fakultas Bisnis/Ekonomi.
Pemenang Pertama akan mendapatkan kesempatan menghadiri APEC CEO Summit 2009 yang dihadiri oleh pemimpin perusahaan terkemuka di seluruh anggota APEC dan APEC Economic Leaders Meeting di bulan November 2009
(biaya pesawat dan akomodasi ditanggung pihak penyelengara) ,
serta bertemu secara langsung dengan pemimpin negara/pemerintahan masing-masing.
Selain itu, pemenang juga akan mendapatkan uang tunai sebesar US$5000.
Runner Up Pertama akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar US$1000.
Runner Up Ke Dua akan mendapatkan uang tunai sebesar US$500.
Essay dapat dikirimkan ke essay@apec.org paling lambat 31 Juli 2009 pukul 23.59
(waktu Singapura).
Keterangan lebih lanjut mengenai panduan penulisan essay dan kriteria penilaian dapat diakses melalui http://www.apec. org/20years
atau menghubungi:
Dit. KIK ASPASAF, Departemen Luar Negeri
Telepon : 3811083, 3441508 ext 2327
Email : apecindonesia@ gmail.com
Diposkan oleh Jeng Kelin di 01:22 0 komentar Link ke posting ini
Beasiswa LintangIndonesia untuk anak SMA/MA Sederajat
Pendirian LintangIndonesia diinisiasi oleh keinginan beberapa pelajar Indonesia di Irlandia untuk dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi tanah air Indonesia, khususnya dalam dunia pendidikan. Dana untuk pemberian beasiswa berasal dari iuran bulanan anggota yang tersebar di beberapa negara Eropa (Irlandia, Jerman, Belanda) dan Indonesia.
Sejak berdiri pada bulan November 2007, LintangIndonesia sudah menyalurkan beasiswa kepada 19 orang siswa sebesar Rp. 27,35 juta. Untuk memperbanyak penerima beasiswa, kami juga mengajak para dermawan untuk ikut berdonasi melalui kami. Keterangan lebih lanjut untuk donasi bisa dilihat di http://www.lintangindonesia.org.
LintangIndonesia kembali memberikan beasiswa untuk siswa SMA/MA atau yang sederajat yg kurang mampu untuk tahun ajaran 2009/2010. Beasiswa akan diberikan selama 12 bulan (Juli 2009 - Juni 2010) kepada 25 siswa dengan besaran Rp. 150.000,00 perbulan.
Aplikasi beasiswa dibuka sampai tanggal 31 Agustus 2009, hasil seleksi akan diumumkan pada akhir September 2009. Formulir aplikasi bisa diunduh di http://www.lintangindonesia.org
Aplikasi dan dokumen pendukung bisa dikirimkan ke sekretariat :
LintangIndonesia
Komplek Gedung Putih
Pondok Krapyak
Yogyakarta 55011
Diposkan oleh Jeng Kelin di 00:42 2 komentar Link ke posting ini
MBA Scholarships, Lausanne, Switzerland
Minggu, 19 Juli 2009Leadership MBA Program and Scholarship - Lausanne, Switzerland: Redesigned in collaboration with CEOs and HR Directors across Europe, BuAdd Newsiness School Lausanne´s new MBA aims to develop future leaders equipped to address tomorrow´s business challenges. BSL is ranked in the top fifth of the QS Global 200 Business Schools 2009 listing.
The Future Leader Scholarship award may be applied to the BSL Executive MBA, Full-time MBA or Flex-MBA degree program. The Executive MBA takes place on Saturdays and is completed in 1½ years. The full-time and flex programs follow a modular format, with the full-time being completed in 1 year. Participants in the part-time, Flex-MBA determine their own study schedule and may take up to 3 years to complete. Tuition for an MBA at BSL is CHF 44,800.
To apply for the scholarship, eligible candidates are asked to submit an essay of 2000-2500 words on how they will use a BSL MBA to achieve their professional vision(s).
All applications and essays must be received by July 31, 2009.
click here to visit our website
Diposkan oleh Jeng Kelin di 07:55 0 komentar Link ke posting ini
Langkah-langkah Memenangkan Beasiswa ke Amerika
Rabu, 08 Juli 2009Mungkin banyak di antara teman-teman yang pernah mencoba mengajukan lamaran beasiswa tapi saat ini belum berhasil. Teruslah mencoba, kadang keberhasilan tak bisa diraih dalam sekejap. Di bawah ini, saya postingkan sebuah tips Langkah-langkah Memenangkan Beasiswa ke Amerika yang dibuat oleh kawan Franklin. Semoga bermanfaat.
Untuk dapat beasiswa ke Physics grad school di USA (juga Singapore), di bawah ini sudah Franklin rangkum langkah-langkahnya secara ringkas sampai pengurusan visa F-1.
Franklin percaya satu tahun persiapan cukup untuk dapat beasiswa ke USA. Beasiswa yang bisa kita beroleh biasanya berupa Teaching Assistantship / TA (jadi asisten dosen dan dibayar), Research Assistantship / RA (jadi asisten laboratorium- riset dan dibayar), atau fellowship (beasiswa tanpa ikatan, biasanya karena prestasi tertentu).
Misalkan kawan-kawan ingin kuliah pada tahun 2010, inilah yang akan saya anjurkan dari sekarang.
1) Tahun ajaran di Amerika biasanya dimulai pada Fall term sekitar bulan September (semester ganjil kalau di Indonesia) atau Spring term sekitar bulan Maret (semester genap kalau di Indonesia). Summer dan Winter term biasanya digunakan untuk menulis tesis dan riset. Saya anjurkan melamar untuk Fall 2010, karena beasiswa lebih berlimpah pada term tersebut.
2) Buka website kampus yang ingin dilamar, cari professor yang riset atau publikasinya sesuai dengan minat anda. Coba kontak baik-baik dengan sopan lewat e-mail, apakah bisa jadi mahasiswa PhD di bawah bimbingan beliau juga kemungkinan mendapat beasiswa di kampus tersebut.
Jangan kirim apa pun saat ini, lihat dulu beliau tertarik atau tidak. Jika beliau berkenan, silakan kirim CV atau abstrak skripi atau publikasi riset yang relevan dengan bidang beliau. Harap diingat bahwa profesor sangat sibuk, jadi mungkin butuh waktu berhari-hari sampai beliau membalas e-mail anda. Jika sampai 1 minggu tidak ada jawaban dari professor, silakan kirim lagi e-mail untuk mengingatkan beliau. Jika tidak ada jawaban juga, jangan berkecil hati dan coba kontak professor lain.
3) Kalau kelihatannya sama profesor dan kampus ini sudah 'cocok', persiapkan diri untuk mengambil internet-based TOEFL, GRE General, dan GRE Physics untuk dikirim ke kampus tersebut. Silakan melamar tes-tes tersebut di website 'Educational Testing Service'. Pembayaran tes sebaiknya menggunakan kartu kredit. Kalau tidak punya, boleh minta tolong teman, keluarga, atau kantor.
Sebelum mengambil TOEFL dan GRE, sebaiknya paspor anda juga sudah diurus dan masih valid. Paspor biasanya menjadi tanda pengenal yang diakui ketika anda datang ke tempat ujian TOEFL dan GRE.
Usahakan mendapat nilai setinggi-tingginya pada tes tersebut agar peluang diterima di kampus dengan beasiswa semakin besar (iBT-TOEFL >100, GRE General Q: >700, GRE Physics: >700 biasanya sudah dianggap cukup baik). Harap diingat bahwa hasil tes hanya valid selama 2 tahun.
4) Aplikasi lamaran biasanya via-online lewat website kampus. Kalau masih rada gaptek, boleh minta tolong dibantu sama teman atau keluarga yang mengerti internet. Lamaran bisa juga didownload untuk diprint dan diisi sendiri, tetapi ini nanti harus dikirim balik ke Amerika. Ada biaya pendaftaran yang harus dibayar di muka, biasanya dengan kartu kredit. Jika memungkinkan, minta fee-waiver (digratiskan) untuk aplikasi anda, hal ini bisa terjadi jika kampus menilai anda sangat layak diterima menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Jika tidak mungkin, bayar dan print kuitansi pembayaran anda. Usahakan koneksi internet anda tidak down selama mengurus pembayaran.
5) Persiapkan dokumen-dokumen pendukung lamaran anda. Yang wajib hukumnya biasanya kopi Ijazah dan Transkrip dalam bahasa Inggris yang sudah terlegalisir. Juga tulisan Essay (Personal Statement, Letter of Motivation, Statement of Purpose, atau apapun namanya) alasan anda bergabung dengan kampus tersebut maupun kelayakan anda memperoleh beasiswa. Bisa juga disertai dengan kopi paspor, KTP, CV, abstrak skripsi, atau kopi sertifikat dan penghargaan yang berhasil diraih selama kuliah. Dokumen bisa diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan bantuan penerjemah tersumpah atau jasa EducationUSA di AMINEF – Balai Pustaka, Jakarta.
6) Seringkali anda diminta menyebutkan 2 – 4 nama orang yang sanggup memberikan surat rekomendasi untuk aplikasi anda. Orang-orang seperti dosen, dosen pembimbing, kajur / dekan / rektor, maupun atasan adalah orang yang sangat pantas untuk memberikan rekomendasinya. Surat bisa mereka ketik sendiri dan tanda tangan, atau –jika mereka mengizinkan- anda ketik sendiri lalu mereka tanda tangan. Usahakan surat dicetak pada kertas berkop resmi universitas tempat anda kuliah / kantor tempat anda bekerja dan dimasukkan pada amplop resmi kampus / kantor anda. Tergantung pada kebijakan kampusnya, surat rekomendasi tersebut bisa dikirim scannya saja via e-mail sang pemberi rekomendasi, atau harus disertakan bersama-sama semua dokumen pendukung aplikasi anda.
Kirimkan semua dokumen anda lewat pos ekspres atau jasa kurir (terkadang kampus juga menerima kiriman dokumen via fax atau scan-nya via e-mail). Hal ini akan memakan waktu beberapa hari atau sekitar satu minggu-an. Jangan lupa untuk terus mengontak kampus untuk memastikan dokumen anda benar sampai ke kampusnya. Juga pastikan semua dokumen yang mereka minta sudah terkirim sekali jalan. Dokumen yang kurang lengkap bisa membuat pengurusan aplikasi anda tertunda sampai anda melengkapi dokumen yang masih kurang tersebut.
7) Bisa saja ada interview dari profesor yang telah anda kontak sebelumnya. Ini untuk mengecek keseriusan anda untuk belajar serta kelancaran anda dalam komunikasa bahasa Inggris. Interview biasanya dilakukan via telepon atau internet. Profesor akan mengontak anda beberapa hari sebelumnya untuk memberikan hari dan jam interview anda, persiapkan diri anda sebaik-baiknya. Usahakan diinterview di tempat yang koneksi telepon atau internetnya bagus dan bebas dari gangguan yang tidak perlu selama interview.
8) Untuk penerimaan mahasiswa Fisika pascasarjana pada Fall 2010, semua hal di atas harus sudah dilakukan sebelum 15 April 2010. Ini merupakan ketentuan bagi semua jurusan Fisika di Amerika, tetapi tidak benar-benar mutlak. Bisa saja lamaran diurus setelah 15 April, tetapi itu sangat tidak dianjurkan.
9) Mengapa harus 15 April? Karena kampus akan memberikan keputusan anda diterima, ditolak, atau sekedar cadangan sebelumnya! Biasanya pada Februari-Maret anda sudah tahu keterima dimana saja, dan mesti mengambil keputusan untuk menerima offer tersebut sebelum 15 April 2010. Setelah 15 April, mereka yang sekedar cadangan boleh harap-harap cemas 'naik tingkat' dan mendapat offer dari kampus yang mereka inginkan. Kampus bisa juga menerima anda tanpa beasiswa sama sekali, atau keputusan beasiswa baru datang belakangan. Harap berhati-hati sebelum menerima atau menolak Admissions offer.
10) Setelah anda memutuskan menerima offer dari kampus -dan saya asumsikan dengan beasiswa yang cukup- kampus akan mengirim form I-20 untuk mengurus visa student (F-1). Pada form ini, ada keterangan SEVIS yang harus diikuti dan dibayarkan sebesar $200. Bayar SEVIS ini segera di situs Department of Homeland Security, dan print kuitansi pembayarannya. Bisa juga menunggu kuitansi pembayaran SEVIS dikirimkan langsung ke alamat kita, tetapi ini memakan waktu.
Bagi yang masih bingung apa itu form I-20 dan SEVIS untuk kuliah di Amerika, silakan cek Google atau Wikipedia.
11) Silakan urus tanggal interview F-1 visa di website kedutaan Amerika, dan persiapkan pasfoto + semua dokumen yang mereka cantumkan. Sangat dianjurkan untuk menggunakan jasa konsultasi Visa dan penerjemahan dokumen di EducationUSA AMINEF – Balai Pustaka, Jakarta supaya bisa lebih siap sebelum tanggal interview. Juga ikuti program Pre-departure Orientation di AMINEF agar bisa lebih mempersiapkan diri sebelum interview visa maupun berangkat ke Amerika.
12) Datang tepat waktu (lebih pagi lebih baik) pada hari interview di kedutaan Amerika. Pakaian sebaiknya rapi dan sopan. Pastikan anda membawa paspor dan dokumen original lengkap, dan sudah mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan interview dari petugas konsuler. Antrian akan relatif panjang, jadi persiapkan stamina anda.
Jika semua lancar, paspor bercap F-1 visa dapat diambil beberapa hari setelah interview sesuai dengan tanggal yang tercantum pada tiket pengambilan. Jika aplikasi visa anda ditolak, tanyakan keterangan alasan anda ditolak secara tertulis beserta dokumen pelengkap yang harus dibawa pada interview berikutnya. Juga segera kontak AMINEF untuk mempelajari mengapa visa anda ditolak dan konsultasi lebih jauh agar aplikasi F-1 visa berikutnya bisa berhasil.
Selamat Mencoba. Semoga Berhasil
Diposkan oleh Jeng Kelin di 11:22 0 komentar Link ke posting ini
Label: tips